Kamis, 21 Maret 2013

Budaya Melayu Riau dan sekitar


1.Karya Sastra Melayu Klasik

Sastra Melayu Klasik sudah eksis di tanah air sejak abad ke-16 Masehi. Semenjak itu hingga sekarang gaya bahasanya tak banyak mengalami perubahan.
Naskah pertama yang tertulis dalam bahasa
Melayu klasik berupa sepucuk surat dari raja Ternate, Sultan Abu Hayat kepada raja João III di Portugal berangka tahun 1521 Masehi.

Bentuk-bentuk Karya Sastra Melayu Klasik

Karya Sastra Melayu Klasik -
Gurindam Dua Belas
Kumpulan gurindam karya Raja Ali Haji, Kepulauan Riau. Dinamakan Gurindam Dua Belas sebab berisi 12 masalah, diantaranya tentang ibadah, kewajiban raja, kewajiban anak terhadap orang tua, tugas orang tua kepada anak, budi pekerti dan hidup bermasyarakat.

Karya Sastra Melayu Klasik - Hikayat
Salah satu bentuk sastra prosa yang berisikan tentang kisah, cerita, dongeng maupun sejarah. Umumnya mengisahkan tentang kehebatan maupun kepahlawanan seseorang lengkap dengan keanehan, kesaktian serta mukjizat tokoh utama. Baca
Hikayat Hang Tuah.

Karya Sastra Melayu Klasik - Karmina
Populer disebut pantun kilat adalah pantun dua baris. Baris pertama merupakan sampiran dan baris kedua langsung isi. Memiliki pola sajak lurus (a-a). Biasanya dipakai untuk menyampaikan sindiran ataupun ungkapan  
                                                                           CREATED BY RIZKY SYAHPUTRA KELAS X4 SMAN14
secara langsung.
- Contoh:
"Sudah gaharu cendana pula Sudah tahu masih bertanya pula"

Karya Sastra Melayu Klasik - Pantun
Serupa puisi 4 baris, berciri sajak a-b-a-b attau a-a-a-a. Dua baris awal merupakan sampiran, umumnya tentang alam (flora dan fauna); dua baris ujung bagian isi, sebagai tujuan pantun.
- Contoh:
Kayu cendana diatas batu
Sudah diikat dibawa pulang
Adat dunia memang begitu
Benda yang buruk memang terbuang

Karya Sastra Melayu Klasik - Seloka
Merupakan bentuk puisi Karya Sastra Melayu Klasik, berisi pepetah ataupun perumpamaan mengandung senda gurau, sindiran bahkan ejekan. Lumrahnya ditulis empat baris menggunakan bentuk pantun atau syair, kadang kala bisa juga ditemukan pada seloka yang ditulis lebih dari empat-baris.
- Misal:
Anak pak dolah makan lepat
makan lepat sambil melompat
nak hantar kad raya dah tak sempat
pakai sms pun ok wat ?

Karya Sastra Melayu Klasik - Syair
Bagian puisi atau karangan dalam bentuk terikat, mengutamakan irama sajak. Biasanya berbentuk 4 baris, bernada aaaa, keempat baris itu mengandung makna penyair.

Karya Sastra Melayu Klasik - Talibun
Sejenis puisi lama seperti pantun sebaba memiliki sampiran dan isi, tapi lebih dari 4-baris (bisa 6-20 baris). Berirama abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde, seterusnya.
- Contoh:
Kalau anak pergi ke pekan
Yu beli belanak beli
Ikan panjang beli dahulu
Kalau anak pergi berjalan
Ibu cari sanakpun cari
Induk semang cari dahulu     

2.Perkembangan Budaya Melayu

Perkembangan Budaya Melayu Di Indonesia Sangat Tampak Dan Kadang Menjadi Lambang Dari Indonesia.Karena wilayah melayu itu adalah daerah yang cukup luas di Indonesia dari daerah Nanggroe Aceh Darussalam dengan melayu Acehnya Hingga Jakarta yang juga ibukota Negara Indonesia dengan Melayu Betawinya.Namun Kali ini kita hanya akan membahas Perkembangan Melayu di Provinsi Riau.

1.Perkembangan Seni Sastra Melayu Di Riau

            Siapa yang tidak tahu dengan Pantun?pantun adalah salah satu karya sastra melayu yang sangat terkenal di Riau . pantun juga Serupa puisi 4 baris, berciri sajak a-b-a-b attau a-a-a-a. Dua baris awal merupakan sampiran, umumnya tentang alam (flora dan fauna); dua baris ujung bagian isi, sebagai tujuan pantun.
- Contoh:
Kayu cendana diatas batu
Sudah diikat dibawa pulang
Adat dunia memang begitu
Benda yang buruk memang terbuang
            Ada juga hikayat yaitu .Salah satu bentuk sastra prosa yang berisikan tentang kisah, cerita, dongeng maupun sejarah. Umumnya mengisahkan tentang kehebatan maupun kepahlawanan seseorang lengkap dengan keanehan, kesaktian serta mukjizat tokoh utama. Contohnya Hikayat Hang Tuah. Banyak lagi karya sastra melayu yang ada di riau seperti Gurindam Dua Belas,Karmina,seloka,syair,dan juga Talibun.

2.Perkembangan Budaya Melayu Di Riau

            Budaya Melayu Sangat kental di daerah riau ini , karena Provinsi Riau Memiliki visi untuk menjadi Tempat nomor satu paling melayu di asia tenggara bahkan di dunia . Di provinsi Riau ini sangat sering memakai budaya melayu,seperti dalam pernikan yang langkah-langkahnya memakai bahasa dan adat melayu . contohnya dalam merisik saja,memakai pantun untuk menyampaikan maksud antara pihak laki-laki kepada pihak perempuan .
selain itu meminang, antar belanja hingga resepsi atau pernikahan pun memakai adat yang sangat melayu . selain pernikahan , budaya melayu ini juga di pakai juga untuk penghiburan,contohnya tari zapin yang juga sering kita lihat jika ada acara besar , misalnya perpisahan sekolah,pesta perkawinan dan sebagainya.

3.Perkembangan Pakaian Melayu Di Riau

Selain Budaya , Di Riau juga Memiliki kebiasaan berpakaian seperti orang melayu . sering kita jumpai pada pejabat-pejabat tinggi di Riau . mereka mengenakan songket yang melapisi baju melayu yang biasanya berwarna-warni. Baju melayu yang warnanya paling sering adalah warna         
created by X4 Class 2011/1012
kuning emas,karena warna tersebut melambangkan bahwa melayu itu besar dan menduduki Provinsi Riau sejak lama .

4.Perkembangan Arsitektur Bangunan Melayu Di Riau

            Arsitektur bangunan merupakan lambang dari adat atau kebiasaan . arsitektur biasanya sering kita temui di kantor-kantor atau bangunan yang bersifat tidak swasta . arsitektur bangunan sangat bervariatif , diantaranya adalah arsitektur yang akan kita bahas kali ini . yaitu arsitektur melayu .
            Arsitektur melayu yang paling terkenal di Riau adalah selembayung pada atap bangunan . slembayung adalah suatu arsitektur yang membuat atap bangunan lebih terjal dan di ujungnya tedapat dua buah cabang yang biasanya terbuat dari kayu yang terletak di ujung atap . kita dapat melihat contohnya tidak jauh, contoh yang paling mudah untuk di amati adalah bangunan SMAN14 pekanbaru.dahulunya bangunan-bangunan melayu memiliki tonggak untuk menjadikan rumah panggung . namun seiring dengan perkembangan zaman dan tekonologi rumah panggung seperti itu sulit untuk kita jumpai sekarang . bangunan berarsitektur melayu juga identik dengan warna kuning . misalnya adalah jembatan siak yang berada di kab. Siak dimana jembatan yang megah itu berwarna kuning emas yang melambangkan bahwa kebudayaan melayu yang menduduki daerah tersebut .

5.Perkembangan bahasa melayu di Riau

            Bahasa merupakan sarana berkomunikasi yang paling vital,karena jika kita tidak mengerti bahasa maka kita tidak dapat berinteraksi sosial dengan yang lain . sedangkan manusia harus dapat berkomunikasi karena manusia tidak dapat hidup tanpa seseorang . pada dasarnya,bahasa indonedia ini berasal dari bahasa melayu . karena berdasarakan penelitan yang ada  , banyak kesamaan antar bahasa melayu dan bahasa Indonesia tersebut . secara bahasa, kesamaa bahasa Indonesia terbagi menjadi tiga , yang pertama –e dig anti menjadi –a contohnya kemane menjadi kemana , yang kedua melayu huruf “R”tidak di jelaskan sedangkan Bahasa Indonesia “R” dijelaskan ,contohnya pegi menjadi pergi . dan yang ketiga adalah yang benar-benar berbeda antara bahasa Indonesia dan bahasa melayu seperti bilik menjadi kamar .
            Bahasa melayu di wilayah Riau sudah kurang diminati masyarakat Riau , karena sudah banyak orang Sumatra barat bertransmigrasi ke daerah Riau , maka bahasa pergaulan yang di pakai pemuda sekarang adalah bahasa minang . Namun,di Daerah Riau ini masih ada yang menggunakan bahasa melayu . yaitu,di daerah kabupaten Siak tepatnya yang sering kita kenal dengan istana siaknya .  


Pakaian adat melayu Riau
Pakaian  tradisional Melayu Riau terdiri dari berbagai macam jenis.jenis pakaian ini tergantung pada situasi dan kondisi si pemakai dan kegiatan yang lakukan, misalnya untuk acara resmi atau untuk dikenakan dalam kegiatan sehari-hari.berikut uraiannya:
*Menurut Bentuknya
Laki-laki
1.Baju kurung cekak musang

Istilah ini berhubungan langsung dengan pola lingkaran leher baju, tengkuk ‘cekak’ tinggi atau leher tegak empang leher.  Pengertian ‘cekak musang’ melambangkan imej alami untuk leher baju yang bercekak tinggi berdiri (2.5cm) melingkari leher.  Ukuran ditentukan oleh lingkaran  (bulat) yang dibuat dengan ibu jari lain yang bertemu ujungnya. Bentuk baju ini hampir sama dengan baju teluk belanga hanya lehernya berkerah dan tidak berkancing,serta leher baju ke bawah yang ukurannya 5cm. Baju ini berkantong,kantongnya ada 3, 1 buah di dada sebelah kiri dan 2 buah di bawah. Setelan baju cekak musang adalah celana panjang sampai ke mata kaki dan penutup kepala adalah kopiah.

2.Baju kurung teluk belanga

Bentuk baju ini lehernya tidak berkerah dan berkancing (kancing tep) kancing permata tergantung pada tingkat pemakai dan lengan baju panjang agak menutup pergelangan tangan yang lebar dan agak longgar. Baju teluk belanga biasanya dengan setelan baju dengan celana dan dilengkapi dengan kain samping dan kain pelekat. 

3.Baju kurung belah dada

Baju Kurung Belah Dada, bentuk dasarnya tetap yaitu baju kurung cekak musang atau baju kurung teluk belanga. Bagian dada berbalah atau terbuka tetapi harus memakai baju dalam.

Perempuan

1.Baju kurung teluk belanga

Bentuk baju ini lehernya berkerah dan berkancing (kancing tep) kancing permata tergantung pada tingkat pemakai dan lengan baju panjang. umumnya baju kurung labuh, tidak berleher.

2.Kebaya Laboh

terdiri atas kain, baju dan selendang.kebaya labuh adalah kebaya seperti kebaya biasa yang bedanya ada kain dan selendang melingkari leher para perempuan melayu.
3.Kebaya Setengah Laboh

Pada dasarnya pakaian Kebaya laboh dan kebaya setengah laboh adalah baju kurung yang dilehernya ada kain yang melingkarinya.perbedaannya baju kurung setengah laboh panjangnya di bawah lutut dan dibantu dengan rok untuk menutupi tubuh bagian bawah.
*Menurut Jenisnya
1.pakaian harian

Pakaian harian laki-laki yang telah dewasa disebut baju kurung cekak musang yang dilengkapi  dengan kain samping berupa sarung perekat dan kopiah atau ikat kepala. Sedangkan untuk perempuan memakai baju kurung laboh,baju kebaya pendek, dan baju kurung tulang belut.baju ini dipadukan dengan kain sarung batik dan penutup kepala berupa selendang atau tudung lingkup. Perempuan yang melakukan kegiatan di ladang atau sawah biasanya memakai tutup kepala berupa selendang atau kain belacu yang dinamakan tengkuluk.
2.pakaian setengah resmi/resmi

Bentuk pakaian setengah resmi bagi kaum laki-laki adalah baju kurung Cekak Musang harus dilengkapi dengan: kopiah, kain samping, sepatu atau capal. Cara berpakaian baju Melayu orang laki-laki adalah baju Melayu Cekak Musang yaitu leher berkerah setinggi 2 cm yang dalamnya dilapisi kain keras supaya kerah Cekak Musangnya kelihatan lebih rapi. Pada leher dipasang dua buah butang baju, dan 3 buah butang baju dibagian depan keras lebih kurang 22 cm dari leher ke dada. Bentuk pakaian resmi dan setengah resmi kaum perempuan adalah baju kurung Teluk Belanga dan baju Kebaya Laboh. Bahan baju ini dibuat dari bahan sutra, satin atau bahan brokat serta bahan yang bagus lainnya tergantung dengan kemampuan si pemakai. Persyaratan baju Melayu kaum perempuan ini karena dia disebut Baju Kurung maka jelas baju ini mengurung bagian aurat di badan agar tidak kelihatan, tidak terlalu sempit, tidak terlalu tipis yang memperlihatkan kulit badan.
3.pakaian adat

Jenis pakaian dan bentuk baju yang dipakai dalam upacara adat bagi kaum lelaki adalah baju kurung Cekak Musang, tidak dipakai baju kurung Teluk Belanga. Warna pakaian adat kaum lelaki berwarna hitam dari bahan saten atau bahan sutera dilengkapi dengan perlengkaan sebagai berikut:

a. Baju stelan dengan celana anjang samai ketumit,
b. Kain samping terbuat dari tenunan sendiri, seperti; tenun Siak, Indragiri, tenunan Daek, dll,
c. Tanjak sebagai penutup kepala,
d. Bengkung pengikat pinggang,
e. Sebilah keris Melayu Sepukal, atau Tuasik atau Tilam Upih,
f. Kasut capal atau sepatu.
Pakaian adat untuk kaum perempuan
Jenis pakaian dan bentuk baju yang dipakai dalam upacara adat bagi kaum perempuan baik muda maupun tua sama saja. Baju yang dipakai adalah baju kurung Teluk Belanga, baju Kebaya Laboh, bagi anak gadis baju Kebaya Laboh Cekaka Musang.

Kepala memakai tudung Mente dan memakai tudung Kain Lingkup. Tudung Kain Lingkup apabila masuk ke ruangan kain Tudung Lingkup dilipatkan dipinggang kemudian dijepit dipinggang.

Rambut disanggul dengan bentuk sanggul Melayu, seperti sanggul Jonget, sanggul Lintang, dan sanggul Lipat Pandan. Perhiasan dipakai didada yang disebut dokoh dan gelang serta anting-anting.
4.Pakaian pengantin
Bentuk pakaian pengantin laki-laki orang Melayu Kepulauan atau Pesisir serta orang Melayu Daratan tidaklah berbeda jauh bentuk bajunya berupa baju kurung Cekak Musang atau baju kurung Teluk Belanga, kecuali di daerah Lima Koto Kampar baju pengantinnya berbentuk jubah yaitu baju terusan panjang hingga kebawah menutup mata kaki.

Perlengkapan pakaian laki-laki sebagai seorang pengantin Melayu adalah:
- Baju kurung Cekak Musang dari bahan tenunan satu stelan baju dan celana sama warnanya,
- Dikepala memakai Destar berbentuk mahkota dan adakalanya pengantin memakai tanjak,
- Memakai Sebai disebelah bahu kiri,
- Memakai kain samping dengan bunga kain kedepan,
- Pakai Bengkung,
- Pakai Keris,
- Pakai kalung panjang dilehernya pertanda ikatan keluarga,
- Membawa Sirih Lelat,
- Pakai kasut capal atau sepatu kulit.
Pakaian pengantin perempuan
Pakaian upacara adat perkawinan bagi pengantin perempuan dalam masyarakat Melayu Riau terdapat beberapa bentuk tergantung pada kegiatan yang akan dilaksanakan, seperti : acara malam berinai, uacara akad nikah, acara bersanding, acara mandi damai serta acara berandam.


Pakaian pengantin perempuan dalam upacara malam berinai memakai pakaian Kebaya Laboh atau baju kurung Teluk Belanga, memakai hiasan dan pperhiasan serta memakai sanggul Melayu.

Pakaian pengantin pada upacara berandam hampir sama dengan memakai akaian Melayu harian; Kebaya Laboh atau Kebaya Pendek atau baju kurung Teluk Belanga. Rambut disanggul dengan sanggul Lipat Pandan atau sanggul Siput Jonget dihiasi dengan bunga-bunga hidup seperti cempaka, bunga melur dan bunga tanjung. Muka pengantin dibersihkan dan dicukur bulu romanya, dan dihias bulu keningnya. Setelah berandam dimandikan dengan air tujuh bunga serta memakai kain kemban didada.

5.Pakaian Keagamaan
Pakaian acara keagamaan ini disesuaikan pemakaiannya pada acara kegiatan keagamaan yang akan kita laksanakan atau yang akan kita hadiri.

Bagi Pembesar Agama seperti Qodhi, Imam Mesjid memakai jubah berwarna hitam, panjang jubah sampai dimata kaki, kepala memakai terbus dan dibelit dengan kain tipis berwarna putih, biasanya dibuat berwarna merah. Bilal :biasanya memakai jubah berwarna hijau lumut disebelah luarnya sedangkan didalam tetap memakai baju kurung Cekak Musang dan juga memakai terbus dibalut kain putih tipis. Gharin Mesjid memakai baju Melayu Dagang Luar dengan memakai kopiah hitam atau kopiah haji dan memakai kain samping pelekat.

Sedangkan orang biasa dalam acara agama ada terbagi dua:
- Kalau acara resmi dalam rangka kegiatan Hari Raya, pada hari-hari besar agama memakai pakaian baju Melayu lengkap seperti baju Melayu Cekak Musang atau baju Melayu Teluk Belanga, yang disebut baju Melayu Dagang Dalam.
- Untuk pergi sholat Jum’at biasanya boleh memakai baju Melayu harian atau baju Melayu Dagang Luar dengan memakai kain samping kain pelekat dan pakai kopiah, pada umumnya kalau sudah pernah menunaikan ibadah haji bisa memakai kopiah haji.
*Filosofi/Makna
Warna bagi orang melayu adalah merupakan lambang atau simbol yang dapat membedakan setatus seseorang di dalam kehidupannya. Lambang warna juga dapat menandakan kepatuhan.Tetapi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat tradisional melayu mengartikan warna sebagai berikut.

PUTIH: Tanda kesucian dalam tata pakaian adat putih di pakai juga sebagai tanda berkabung . 

MERAH: tanda persaudaraan dan keberanian. Masyarakat padalaman menggunakan warna sebagai warna panji dan payung untuk batin (kepala persukuan)sedangkan dalam peperangan kain merah selalu di kaitkan di pinggang. 

KUNING: Lambang kesucian. Warna kuning di jaman raja melayu masih berkuasa hanya boleh di pakai oleh keluarga raja. 

BIRU: lambang keperkasaan di Sungai dan lautan . Dahulunya pakaian biru di peruntukkan bagi laksana kerajaan . 

HIJAU; lambang kesuburan dan kemakmuran. 

HITAM; lambang keperkasaan Warna ini selalu dipakai oleh panglima dan hulubalang. 

KEEMASAN: lambang kejayaan dan kemegahan. Warna ini dahulu di pakai oleh raja yang sedang berkuasa.
Makna atau filosofi kancing merupakan symbol agar yang tiada patut dipandang menjadi tertutup dengan baik.kancing juga bermakna mengikat atau menyatukan sekalian mengekalkan.
*Tata cara memakai kain samping
Untuk para pejabat tinggi atau para raja dan sebagainya pemakaian kain samping diletakkan di bawah lutut 3 jari dibelakang agak kekanan,untuk para datuk-datuk yang juga disegani pakai kain samping dibelakang pas ditengah-tengah.kemudian jika orang biasa pakai kain samping di belakang agak kekiri sedikit seraya direndahkan jauh di bawah lutut.jika anak muda yang masih bujang atau belum menikah maka pakai kain samping di depan agak kekiri dan terletak di atas lutut.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar